Log in / Sign up

Email:*
Password:* Lupa kata kunci?

Pendatang baru di situs ini? Situs kami akan membantu bisnis anda! Buat akun anda untuk mengunakan fitur penuh situs ini.

Register sebagai:

  • Log in / Sign up
  • Tambahkan listing +

PROPERTI: Pengembang Tunggu Kebijakan Pelonggaran LTV KPR

24 May 2016, 13:30
Binsis.com, MALANG - Pengembang di Malang, Jawa Timur, menunggu kebijakan pelonggaran loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) karena diharapkan dapat menggairahkan bisnis properti.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Malang Makhrus Sholeh mengatakan pelonggaran LTV sebelumnya belum mampu mendongkrak penjualan rumah.

“Namun ada juga penyebab lain, yakni kinerja ekonomi yang kurang bagus pada tahun lalu,” ujarnya di Malang, Senin (23/5/2016).

Seperti diketahui, perbankan menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk melonggarkan rasio pemberian kredit terhadap nilai agunan atau LTV untuk pembiayaan pemilikan rumah.

Dalam suatu kesempatan Ketua DPC Realestat Indonesia (REI) Malang Umang Gianto, juga menilai pelonggaran LTV KPR menjadi 20% untuk bank umum dan 15% bank syariah diperkirakan tidak terlalu berdampak pada peningkatan penjualan jika daya beli masyarakat masih rendah.

Dengan kondisi perekonomian yang masih melesu, maka stimulus berupa pelonggaran LTV tidak terlalu berpengaruh pada penjualan rumah. Penjualan rumah tetap akan stagnan jika daya beli masyarakat masih lemah.

Menurut Makhrus, dampak pelemahan ekonomi pada 2015 masih terasa pada kuartal I/2016. Penjualan rumah di Malang pada periode tersebut turun 30% bila dibandingkan periode yang sama tahun 2014. “Kalau pada 2015, realisasinya hampir sama.”

Uang muka yang terjangkau, kata dia, menjadi syarat utama agar penjualan rumah bisa tumbuh tinggi. Hal itu terjadi karena 80% pembelian rumah di Malang direalisasikan dengan cara kredit.

Permasalahannya, konsumen atau end user sering kesulitan menyiapkan uang muka KPR dalam jumlah besar, meski dari sisi tingkat pendapatan memenuhi syarat untuk membeli rumah.

Karena itulah, dengan makin longgarnya ketentuan mengenai LTV dari BI, maka tingkat kemampuan masyarakat untuk membeli rumah menjadi lebih tinggi.

Dalam suatu kesempatan, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keunagan Malang Indra Krisna mengatakan pelonggaran LTV cukup positif untuk mendorong pertumbuhan bisnis properti di daerah tersebut.

Pengetatan LTV KPR selama dua tahun sudah cukup positif untuk mencegah terjadinya buble pada properti sehingga berdampak pertumbuhan bisnis tersebut justru negatif.

Dengan tumbuhnya bisnis properti, maka akan berdampak pada perekonomian secara regional bahkan nasional. Hal itu bisa terjadi karena bisnis properti juga didukung industri lain seperti cat, besi, pipa, semen, bahan material bangunan alam, keramik, dan ongkos tukang.

Namun pelonggaran LTV KPR maupun otomatif jangan sampai menimbulkan masalah baru, yakni terjadi bubble. Makhrus meyakinkan, BI tidak perlu kuatir pelonggaran LTV akan berdampak bubble-nya bisnis properti.

Harga properti di Indonesia, menurut dia, sangat murah bila dibandingkan harga properti negara-negara Asia Tenggara lainnya. Karena itulah, jika harga properti naik maka masih dalam konteks yang wajar karena nilainya memang masih murah.



Sumber: Berita Properti - Investasi & Daftar Apartemen Baru | Propertidata.com