Log in / Sign up

Email:*
Password:* Lupa kata kunci?

Pendatang baru di situs ini? Situs kami akan membantu bisnis anda! Buat akun anda untuk mengunakan fitur penuh situs ini.

Register sebagai:

  • Log in / Sign up
  • Tambahkan listing +

Permintaan Apartemen Masih Bertumbuh

06 February 2016, 09:30
Jakarta - Ketua Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Amran Nukman, mengatakan, ada beberapa penyebab pengembang asing ramai-ramai ke wilayah Tangerang, antara lain karena permintaan (demand) di Tangerang saat ini atau dua tiga tahun ke depan diyakini tetap tumbuh.

“Kemudian secara umum, harga tanah di wilayah penyangga DKI termasuk Tangerang, relatif tidak setinggi DKI Jakarta,” ujar dia kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (4/2).

Apalagi, tambahnya, harga tanah di seputar Tangerang, jika dibandingkan dengan harga tanah di beberapa negara lain, relatif masih murah.

Permintaan apartemen di kawasan Tangerang juga dinilai masih cukup tinggi pada 2016. Hal itu dapat dilihat dari meruyaknya proyek pembangunan apartemen yang mencapai 30-an proyek di kawasan tersebut.

“Mengingat terbatasnya lahan dan harga lahan yang semakin tinggi, kawasan Bodetabek mulai mantap berubah konsep huniannya dari landed ke high rise atau vertikal,” ujar Amran Nukman, baru-baru ini.

Di ketiga kota/kabupaten tersebut tercatat ada 31 proyek hunian vertikal dengan kapasitas 54.988 unit apartemen. Data Cushman & Wakefield Indonesia memperlihatkan bahwa jumlah pasokan anyar yang berlangsung hingga dua tiga tahun mendatang itu, jauh lebih besar dari apartemen yang kini ada. Di Tangerang, saat ini terdapat 12.686 unit apartemen.

Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, pernah mengatakan, pasar hunian vertikal strata-title apartment di Jadebotak pembelinya masih didominasi oleh investor bukan end-user. Walaupun memang benar di daerah yang sudah sangat komersial dan harga lahan/ rumahnya sudah tidak terjangkau oleh masyarakat umum, strata apartment memang jadi pilihan untuk hunian. “Dari segi permintaan dan pasokan kue terbesar pasar apartmen ini masih di harga Rp15-20 juta per meter persegi,” tegasnya.

Dia menambahkan, berkaitan dengan semakin baiknya jaringan tol, kereta rel listrik (KRL), trans jakarta, dan MRT pada masa mendatang akan sangat mendukung penyebaran lokasi hunian vertikal di Jadebotabek. Sedangkan terkait Serpong dan Bekasi, katanya, kedua daerah tersebut berkembang karena perkembangan jaringan tol dan KRL. Khusus untuk Bekasi, akan ditambah dengan kereta ringan.



Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily



Sumber: